Mimpi Keluarga / Saudara Meninggal (Menurut Tafsir Islam)

Mimpi Keluarga / Saudara Meninggal (Menurut Tafsir Islam)

Diposting pada 193 views

kotaprimbon.com – Mimpi yang dianggap sebagai kembang tidur ternyata mempunyai beragam tafsir dan arti lho sobat. Percaya atau tidak, itu tergantung dari penilaian orang dan pribadi diri kita sendiri yakni orang yang mengalami mimpi tersebut.
Arti mimpi itu sendiri juga berbagai macam. Apa yang kita alami saat mimpi ternyata mempunyai arti-arti tersendiri yang menyimpan misteri. Kembali lagi pada diri kita untuk percaya atau tidak

Mimpi sudah lama dipercaya membawa pesan-pesan mistis yang sanggup memberi haluan besar kepada manusia. Mimpi baik, mimpi buruk hanyalah satu dari triliunan takwil, tafsir, personifikasi makna arti dan refleksi dari realitas. Secara psikologi dan spiritual mimpi berguna untuk menautkan masa silam, hari ini dan esok nanti. Sebab, ketika seseorang bermimpi, sewaktu-waktu sukmanya dapat pergi dan putus dari raga. Tuhan tidak mungkin mentransplantasikan sesuatu yang mubazir dan sia-sia termasuk menciptakan mimpi.

Sebagai suara nubuwwah di masa depan, mimpi terkadang mengarahkan jalan sejarah suatu bangsa. Mimpi termasuk wilayah pengalaman pribadi, ia merupakan fenomena universal dan memainkan peranan penting dalam pembentukan kebudayaan manusia. Hampir dapat dipastikan, semua orang pernah bermimpi. Sepanjang catatan sejarah manusia, mimpi dan penafsirannya telah mengilhami orang-orang suci dan para nabi, penyair serta raja-raja, maupun para filosof. Namun tidak semua mimpi adalah benar dan otentik.

Berikut Tafsir / Makna / Arti Mimpi Keluarga / Saudara Meninggal Menurut Islam

Mimpi melihat mendiang kakek dan neneknya yang dihidupkan kembali menandakan kehidupan yang mujur dan beruntung. 

Sedangkan mimpi melihat ibu yang dihidupkan kembali menandakan datangnya kemudahan dari kesedihan yang dialami, begitu juga dengan mimpi melihat mendiang bapak dihidupkan kembali, hanya saja mimpi melihat bapak memiliki makna konotasi yang lebih kuat daripada mimpi melihat ibu.

Jika seseorang bermimpi melihat putranya yang sudah meninggal dihidupkan kembali, maka ia akan mendapatkan kemenangan atas musuh-musuhnya dari apa-apa yang tidak dikira sebelumnya.

Dan apabila seseorang bermimpi melihat putrinya yang sudah meninggal dihidupkan kembali berarti ia akan mendapatkan kebahagiaan dan kelapangan.

Sedangkan mimpi melihat saudara laki-laki yang sudah wafat dihidupkan kembali menandakan bahwa si pemilik mimpi akan menjadi kuat setelah sebelumnya ia berada dalam keadaan lemah. Allah SWT berfirman,

“[Yaitu] Harun, saudaraku, teguhkanlah dengan dia kekuatanku.” (QS. Tha Ha: 30-31)

Adapun mimpi melihat saudara perempuan yang sudah meninggal dibangkitkan kembali menandakan datangnya kegembiraan dan seseorang yang sudah lama tidak berjumpa dengan-nya dari perjalanan jauh. Allah SWT berfirman,

وَقَالَتْ لِأُخْتِهِ قُصِّيهِ ۖ فَبَصُرَتْ بِهِ عَنْ جُنُبٍ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ

“Dan berkatalah ibu Musa kepada saudara Musa yang perempuan, ‘Ikutilah dia.’ Maka kelihatanlah olehnya Musa dari jauh, sedang mereka tidak mengetahuinya.” (QS. al-Qashash: 11)

Sedangkan jika seseorang bermimpi melihat paman atau bibinya (yang dari pihak ibu) dihidupkan kembali berarti akan kembali kepadanya sesuatu yang sebelumnya lepas dari tangannya.

Barangsiapa bermimpi menghidupkan mayat, maka lewat tangannya akan masuk Islam seorang kafir atau akan bertobadah seorang yang fasik. Dan apabila seseorang bermimpi dari tempatnya keluar perempuan-perempuan yang sudah mati yang sudah dikenal dengan memakai berbagai perhiasan berarti orang yang melihat mimpi tersebut beserta keluarga yang ditinggalkan oleh para wanita tersebut akan hidup dalam keadaan yang sesuai dengan kadar keindahan pakaian dan hiasan serta kecantikan mereka Pakaian yang putih melambangkan urusan agama. Pakaian yang merah menandakan urusan dalam hal bersenang-senang dengan berbagai hiburan. Adapun pakaian yang berwarna hitam melambangkan urusan kekayaan dan kedudukan. Sedangkan pakaian yang warnanya sudah pudar menandakan kemiskinan dan kesedihan. Serta pakaian yang terlihat kumuh menandakan per-buatan dosa.